Tajuk : Mayan
Pengarang : Sanie B. Kuncoro
Penerbit : PTS Litera Utama Sdn Bhd
ISBN : 978-967-5783-08-1
Mukasurat : 181 Halaman
Status Stok : ADA
Gadis kecil itu lahir dari keluarga yang sangat miskin,di sebuah daerah yang sangat tandus,kerap terjadi kekeringan.Mayoritas penduduknya adalah suku Hui.Penghasilan tahunan di tempat Mayan tinggal hanya 400 Yuan yang jika dibandingkan penghasilan rata-rata China mencapai 6000 Yuan dan bahkan berkali-kali lipat dengan Shanghai yang mencapai 33000 Yuan.Desa Mayan bernama Zangjiashu.Sekolahnya teletak di daerah Yuwang yang temasuk dalam segitiga Zi Hai Gu yang mempunyai kepanjangan dari Xiji,Hai dan Chuan.Yang membuat kita agak miris ialah jalur perjalanan Mayan ke sekolahnya lebih kurang 20 km yang melewati ladang,jalanan yang berbukit,bahkan bahaya baik dari binatang maupun dari manusia.Terkadang sesekali Mayan menumpang pada traktor yang melontas dengan ongkos 1 Yuan.
Suatu ketika kemiskinan yang hebat melanda keluarga Mayan.Biasanya setiap minggu Mayan diberi uang saku sebesar 1 Yuan.Itu pun hanya cukup membeli sedikit lauk pauk.Ia ingin membeli pena yang harganya 2 Yuan.Maka ia pun berpuasa demi sebuah pena itu.Ia hanya makan nasi putih dan air putih.Pada mingu ketigalah baru ia bisa membeli pena tersebut.
Tetapi dengan pena yang didapatkannya dengan berpuasa 3 minggu itu,Mayan menuliskan lirik motivasi dari kisah panjang hidupnya di catatan hariannya itu,yang menginspirasikan banyak orang.Ia menuli satu kalimat yang membuat ia sadar.Isinya:"Kecuali kepada diri sendiri,kita tak bisa mengandalkan diri kita kepada siapa pun,sekalipun orang itu adalah kerabat sendiri"
Dalam buku ini menceritakan bahwa Mayan tidak pernah menuliskan apa yang dialami,dirasakan,dilihat ke dalam catatan hariannya dan catatannya hanya sarat makna.Catatan ini ditujukan kepada orang tuanya kendati mereka tidak pandai membaca.Ia pernah bersedih karena catatan yang melengkapi hidupnya itu dijadikan sebagai pembalut rokok ayahnya.Hilanglah catatan inspirasi hidupnya.
Dibalik keberhasilan Mayan,Tidak lepas dari tangan ibu yang selalu menggenggam cita-cita anaknya.Mengantarkan anaknya lewat segenggam asa sampai gerbang masa depan yang lebih baik dan Mayan berhasil bersekolah ke Perancis seperti Ikal yang meneruskan cita-citanya sampai ke negri mode dunia itu.
Buku ini sangat menarik untuk dibaca dan memotivasi hidup agar kita lebih mandiri dari orang lain.
Ask a question about this productThere are yet no reviews for this product.
Please log in to write a review.